Pino Raya, Bengkulu Selatan(4/10)- Janur kuning merupakan simbol akan ada hajat untuk menikahkan dua insan yang sah tentunya secara agama dan negara. Sayangnya para perajin atau sang pandai membuat simbol ini sudah berkurang, hanya segelintir orang itupun belum ada penerusnya.
![]() |
| Photo : Janur yang menarik simbol kegembiraan. |
Saran dari penulis kepada pemerintahan khususnya kebudayaan membuat satu wadah bagi para pemuda untuk belajar menguasai keahlian yang bersifat kearifan lokal seperti membuat janur, berdendang dengan redap(semacam dol), main kolintang, yakni dengan membentuk suatu sanggar.
![]() |
| Photo : proses pembuatan janur kuning. |
Bukanya tak beralasan dengan berkurangnya perajin ini maka dengan perlahan kemungkinan kedepanya akan susahnya mengetahu jati diri suatu daerah. Dan lagi pula kan tidak lucu apabila kita membeli atau menyuruh masyarakat lain dalam menyelenggarakan dalam hal ini janur, kepada orang lain yang bukan dari Bengkulu.
![]() |
| Photo : Janur yang hampir selesai. |
Semoga jati diri suatu daerah tidak berkurang bahkan hilang, karena indonesia kaya akan budaya yang seharusnya kita jaga serta lestarikan. Jangan sampai diakui bangsa lainya.(ang)



No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar secara Bijak dan sesuai dengan topik pembahasan...